
Jnews.KotaBatu – Kepastian hukum atas tanah yang dinanti bertahun-tahun oleh petani di Dusun Gangsiran Putuk, Desa Tlekung, kini berbuah kesejahteraan nyata. Plt. Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menghadiri syukur atas keberhasilan Program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) sekaligus meresmikan Unit Usaha Giri Murti sebagai pusat pengembangan agroforestri terpadu di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Rabu (22/4).
Plt Wali Kota Heli Suyanto mengenang kembali momen tahun 2023 saat mengawal ketat Program Percepatan Tanah Kehutanan. Perjuangan itu mencapai puncaknya ketika Presiden Joko Widodo menyerahkan langsung Surat Keputusan (SK) TORA kepada warga Desa Tlekung.
“Melihat lahan ini sekarang, saya merasa sangat bangga. Dahulu kita berjuang untuk kepastian hukumnya, dan hari ini kita melihat tanah ini telah menghidupi masyarakat melalui pengelolaan yang luar biasa oleh KTH Guyub Rukun,” ujar Heli Suyanto dengan penuh syukur.

Lahan hasil program TORA tersebut kini telah bertransformasi menjadi kawasan produktif yang dikelola oleh Koperasi Produsen Merah Putih Puthuk Sejahtera melalui unit usaha Giri Murti. Tidak hanya sekadar pertanian, kawasan ini kini menawarkan wisata edukasi kopi, penginapan (homestay), hingga kuliner tradisional yang dikembangkan dengan pendampingan dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Heli Suyanto memberikan apresiasi tinggi kepada warga yang mampu menjaga keseimbangan antara ekonomi dan ekologi. Ia berharap semangat “Mangun Karsa, Ngopeni Alam, Nguripi Budaya” tetap menjadi napas utama pembangunan di desa.
“Giri Murti adalah contoh nyata bahwa jika alam dirawat (diopeni), maka alam akan menghidupi kita. Pemerintah Kota Batu berkomitmen untuk terus mendukung, terutama dalam penguatan infrastruktur jalan dan fasilitas pendukung agar akses ke pusat edukasi kopi ini semakin mudah,” tegasnya.
Acara yang dihadiri oleh jajaran Kepala OPD, Camat Junrejo, dan tokoh masyarakat ini berlangsung khidmat di tengah asrinya perkebunan kopi. (*/ARM)













