Jnews.KotaMalang – Mengusung semangat sebagai Kampus Inovasi, Mandiri, dan Berdampak, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) secara resmi menerjunkan 4.134 mahasiswa tangguh dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026. Berlokasi di Dome UMM pada Selasa (28/7), pelepasan pengabdian berskala nasional hingga internasional ini difokuskan secara tajam pada penguatan masyarakat desa. Langkah strategis ini direalisasikan melalui pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) secara komprehensif serta optimalisasi potensi lokal yang berkelanjutan. Sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab institusi terhadap perlindungan keselamatan, Kampus Putih memastikan seluruh peserta terjamin oleh asuransi BPJS secara penuh selama masa pengabdian berlangsung di berbagai daerah.
Penyebaran ribuan mahasiswa ini dirancang sistematis melalui empat skema utama yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Skema tersebut meliputi KKN Muhammadiyah Aisyiyah (MAs) yang diikuti oleh 1.707 peserta dari 58 Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia. Selanjutnya, terdapat KKN Berdampak dengan partisipasi masif sebanyak 2.370 mahasiswa, dan KKN Internasional Berdampak yang melibatkan 57 mahasiswa di luar negeri. UMM juga mengirimkan 10 mahasiswa unggulan yang khusus mengemban misi KKN GENTASKIN (Gerakan NTT Tuntas Stunting dan Kemiskinan Ekstrem) guna mengatasi permasalahan sosial di pelosok negeri.
Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si., menegaskan bahwa KKN pada hakikatnya adalah laboratorium sosial nyata bagi akademisi. Kondisi lapangan akan menuntut mahasiswa untuk mengimplementasikan teori akademik sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial yang sejalan dengan tiga pilar utama Kampus Putih, yakni Excellence Solution Service, Industrial Partnership, dan Talent Incubator.
“Program ini pada prinsipnya adalah upaya mewujudkan gerakan nyata yang sistematis dan holistik agar kelak terbentuk pribadi berkarakter tangguh yang mampu memberi solusi bagi kemajuan kehidupan masyarakat,” tegasnya.
Dukungan penuh terhadap pelaksanaan KKN juga disampaikan Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M. menilai pelaksanaan KKN menjadi bentuk nyata transformasi pendidikan tinggi yang berorientasi pada dampak. Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga harus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor.
“Kalian adalah agen perubahan yang harus menghadirkan kompetensi dan kepedulian sehingga manfaat pendidikan tinggi benar-benar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.
Senada dengan itu, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Pendidikan, Budaya, dan Olahraga Prof. Dr. H. Irwan Akib, M.Pd., mengingatkan bahwa keberhasilan KKN tidak diukur dari banyaknya program yang dijalankan, melainkan dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. Mahasiswa juga diminta mampu beradaptasi dengan budaya setempat, membangun kedekatan dengan warga, serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan, mulai dari literasi keuangan, pendidikan, hingga pemanfaatan teknologi secara bijak.
“Ukuran keberhasilan pengabdian bukan terletak pada tebalnya laporan kegiatan, tetapi sejauh mana kehadiran mahasiswa benar-benar dirasakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.(*/ARM)










