Beranda / Pendidikan / PPG UMM Jadi Jujukan Benchmarking Kampus Nasional

PPG UMM Jadi Jujukan Benchmarking Kampus Nasional

Jnews.KabupatenMalang – Keberhasilan Tata Kelola Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadikannya rujukan bagi berbagai perguruan tinggi nasional. Fokus pada pengelolaan pembelajaran microteaching, kemahasiswaan, hingga sistem pembinaan berasrama menarik minat Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut untuk melakukan benchmarking Penguatan Tata Kelola PPG di UMM pada Senin (27/7).

Wakil Rektor I IPI Garut, Dr. Galih Abdul Fatah Maulani, M.Kom., mengungkapkan alasan khusus memilih PPG UMM sebagai tujuan benchmarking adalah tingginya kematangan pengalaman dalam tata kelola profesi guru. IPI Garut yang merintis PPG sejak 2023 membutuhkan referensi konkret pengelolaan mahasiswa dan pembinaan akademik yang terbukti berjalan baik.

“Kami melihat UMM memiliki sistem pengelolaan PPG yang komprehensif. Terutama bagaimana pengelolaan mahasiswa tidak hanya difokuskan pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter. Harapannya, praktik baik dari Kampus Putih ini dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan PPG di IPI Garut ke depannya,” urainya.

Sementara itu, Ketua Program Studi PPG UMM, Prof. Dr. Trisakti Handayani, M.M., menjelaskan bahwa kunjungan tersebut adalah ruang untuk saling belajar meningkatkan mutu pendidikan profesi guru. Kampus Putih membagikan tiga kekuatan utama programnya, yakni pengelolaan microteaching berbasis teknologi, pembinaan kemahasiswaan, dan sistem kehidupan berasrama guna membentuk karakter calon pendidik.

“Pengelolaan microteaching di PPG UMM dikembangkan menjadi pembelajaran berbasis teknologi melalui ruang terbuka. Praktik peer teaching membuat mahasiswa saling mengajar, berdiskusi, dan melakukan refleksi. Model ini mampu meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan mengajar, serta budaya reflektif yang menjadi bekal penting,” tegasnya.

Lebih lanjut, tata kelola tersebut tidak berfokus pada akademik semata. Ekosistem mahasiswa PPG UMM dibina secara ketat melalui kegiatan wajib seperti Duta PPG, Aliansi Mahasiswa, seminar kebangsaan, bela negara, podcast, dan pameran inovasi. Sistem asrama juga diwajibkan guna menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan kolaborasi nyata bagi calon pendidik.

Sejalan dengan itu, Wakil Rektor IV UMM, Muhammad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., menilai keberhasilan tata kelola PPG juga diukur dari pembentukan karakter adaptif. Hadirnya tantangan kecerdasan buatan (AI) menuntut perguruan tinggi untuk lebih menekankan pengalaman nyata dan kepemimpinan dibandingkan sekadar transfer ilmu.

“Knowledge bisa diperoleh dari berbagai sumber, bahkan AI. Namun pembentukan karakter, kepemimpinan, daya juang, critical thinking, dan kemampuan bekerja sama tidak akan pernah bisa digantikan oleh teknologi. Di situlah pendidikan tinggi, termasuk UMM, harus terus memperkuat perannya dalam mendidik,” ujarnya.

Melalui sinergi benchmarking ini, UMM membuktikan komitmen dalam mencetak guru profesional dari segi kognitif sekaligus kekuatan moral. Dedikasi Kampus Putih dalam membagikan praktik baik tata kelola akademik dan kemahasiswaan PPG menjadi wujud nyata sumbangsih UMM dalam memajukan kualitas ekosistem pendidikan tinggi keguruan di seluruh Indonesia.(*/ARM)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *