Beranda / Pendidikan / Masuk Dekade Kedua Kerja Sama, UMM–SCU Jepang Fokus Kembangkan Bisnis Kopi Batu

Masuk Dekade Kedua Kerja Sama, UMM–SCU Jepang Fokus Kembangkan Bisnis Kopi Batu

Jnews.KotaMalang – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama Shimonoseki City University (SCU), Jepang, memasuki fase baru kerja sama internasional melalui pengembangan Kopi Link. Ditandai penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Entre Brew Co., Ltd., kolaborasi ini diarahkan untuk mengembangkan kopi Kota Batu hingga membuka akses pasar Jepang dan global, Sabtu (12/9/2026).

Kerja sama tersebut menjadi kelanjutan hubungan UMM dan SCU yang telah berlangsung sejak 10 tahun lalu. Pada dekade berikutnya, kolaborasi tidak hanya berfokus pada penguatan relasi akademik, tetapi diarahkan pada program yang menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya melalui pengembangan komoditas pertanian dan keterlibatan mahasiswa.

Pada September ini, tim SCU dan Entre Brew turun langsung ke Kota Batu untuk menjalankan rangkaian agenda. Mulai dari survei petani, kunjungan ke lokasi pengolahan kopi dan coffee shop, rapat bersama tim riset UMM, hingga koordinasi dengan pemerintah daerah. Rangkaian tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan kopi dari hulu hingga rencana ekspor ke Jepang.

Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si., menyebut kerja sama ini sebagai momentum untuk memasuki babak baru hubungan kedua perguruan tinggi. Menurutnya, kolaborasi internasional harus menjadi ruang pembelajaran sekaligus pengembangan potensi mahasiswa.

“Bagi UMM semuanya adalah kebutuhan untuk terus belajar, mengembangkan bakat-bakat dari mahasiswa kami,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengembangan kopi dapat diperluas menjadi inkubasi ekonomi, produksi, dan kreativitas pertanian yang tidak berhenti pada satu komoditas.

Wakil Rektor IV UMM, Muhammad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., menilai pengembangan ekosistem kopi membutuhkan sinergi UMM, SCU, pemerintah daerah, dan kelompok tani. Kolaborasi tersebut juga berpeluang melibatkan berbagai bidang di UMM, mulai dari Fakultas Pertanian dan Peternakan, ekonomi, teknik, hingga unit bisnis.

UMM juga mendorong pengembangan Center of Excellence (CoE) perkopian yang mempelajari ekosistem kopi secara menyeluruh, dari produksi hingga bisnis.

Disisi lain, Prof. Shinji Okazaki dari SCU, berharap hubungan UMM dengan SCU mampu menghadirkan manfaat yang lebih konkret. Menurutnya, petani, akademisi, dan dunia usaha perlu bergerak bersama.

“Jika 10 tahun pertama adalah masa untuk membangun hubungan dan saling memahami, maka 10 tahun selanjutnya harus menjadi masa untuk menghasilkan dan mengakumulasi hasil-hasil kecil secara nyata langkah demi langkah,” jelasnya.

Sementara itu, CEO Entre Brew Co., Ltd., Ikkei Ando, menjelaskan Kopi Link tidak sekadar berorientasi pada penjualan, tetapi membangun koneksi antara petani Batu, UMM, dan konsumen Jepang.

Dukungan juga datang dari Pemkot Batu. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu, Hendry Suseno, S.P., M.M., menilai kerja sama ini berpotensi membuka pasar ekspor sekaligus meningkatkan perekonomian petani.

Ke depan, sinergi UMM, SCU, Entre Brew, pemerintah daerah, dan petani diharapkan berkembang dari kopi ke berbagai komoditas unggulan Kota Batu. Kolaborasi ini sekaligus memperkuat peran UMM dalam menghubungkan pendidikan, penelitian, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat melalui kerja sama internasional.(*/ARM)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *