Beranda / Pendidikan / ADIYC 2026 di UMM Libatkan 265 Peserta dari 28 PTMA, Dorong Pemuda Jadi Agen Perubahan

ADIYC 2026 di UMM Libatkan 265 Peserta dari 28 PTMA, Dorong Pemuda Jadi Agen Perubahan

Jnews.KabupatenMalang – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi tuan rumah Ahmad Dahlan International Youth Camp (ADIYC) 2026 yang mempertemukan 265 mahasiswa dari 28 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di Indonesia. Kegiatan yang berlangsung pada 27–29 Oktober 2026 ini juga melibatkan sekitar 50 mahasiswa internasional dari berbagai negara.

Mengusung tema “Youth in Action: Leading Change, Creating Impact”, ADIYC 2026 mendorong generasi muda untuk tidak hanya menghasilkan gagasan, tetapi juga menghadirkan aksi nyata yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Ketua Pelaksana ADIYC 2026 yang juga sekaligus Staff International Relation Officer (IRO), Very Kurnia Aditama, MPD. mengatakan kegiatan ini merupakan penyelenggaraan tahun keempat. UMM ditunjuk oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Diktilitbang dan Pusat Prestasi Mahasiswa untuk menjadi tuan rumah.

Menurut Very, ADIYC menjadi ruang bagi mahasiswa lokal maupun internasional untuk saling mengenal, berkompetisi, dan berkolaborasi dalam merespons berbagai persoalan global.

Salah satu agenda utama adalah Focus Group Discussion (FGD), yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengembangkan ide dan merumuskan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat.

“Pemuda diharapkan menjadi agen perubahan yang tidak hanya menyampaikan ide, tetapi juga mampu menerapkannya melalui tindakan nyata yang berdampak bagi lingkungan sekitar,” ujar Very.

Kegiatan ADIYC 2026 digelar di dua lokasi, yakni kampus UMM pada hari pertama, 27 Oktober, serta Pujon Hill pada 28–29 Oktober 2026.

Momentum pelaksanaan yang berdekatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Panitia menjadwalkan seremoni Sumpah Pemuda pada 29 Oktober sebagai penguatan komitmen mahasiswa untuk berkontribusi menyelesaikan persoalan di lingkungan masing-masing.

Keterlibatan mahasiswa internasional dari sejumlah negara, di antaranya Gambia, Sierra Leone, Myanmar, dan Vietnam, turut memperluas pertukaran wawasan lintas budaya.

Very menjelaskan, mahasiswa internasional juga diajak mengenal sejarah Sumpah Pemuda serta keberagaman bahasa dan budaya Indonesia yang dipersatukan melalui bahasa nasional.

“Melalui ADIYC 2026, UMM berharap tercipta kolaborasi lintas negara yang mampu memperkuat peran generasi muda dalam menghadapi tantangan global sekaligus mendorong lahirnya gagasan inovatif yang diwujudkan dalam aksi nyata.” Pungkas Very. (*/ARM)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *