Jnews.KotaMalang – Ratusan mahasiswa lokal dan internasional Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia resmi mengakhiri perhelatan Ahmad Dahlan Youth International Camp (ADIYC) 2026. Penutupan kemah pemuda tingkat nasional ini berlangsung khidmat di kawasan Pujon Hill Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis (29/10/2026).
Ketika krisis iklim kian mengancam keberlanjutan lingkungan, hutan tidak cukup hanya dipandang sebagai bentang alam yang indah atau ruang rekreasi semata. Hutan adalah penyangga kehidupan krusial yang menentukan masa depan generasi mendatang. Memahami kondisi tersebut, UMM membawa para delegasi ke kawasan hutan Pujon Hill melalui kegiatan perkemahan edukatif. Agenda ini dirancang melampaui konsep bermalam di alam bebas, sekaligus menjadi momentum menguji sejauh mana kedekatan manusia dengan alam mampu menumbuhkan kesadaran ekologi yang bermuara pada tanggung jawab nyata pelestarian hutan.
Mengusung tema “Youth in Actions, Leading Change, Creating Impacts”, forum tahunan ini diselenggarakan selama tiga hari sejak 27 Oktober lalu. Agenda diawali di Kampus UMM, sebelum bergeser ke perbukitan Pujon Hill. Di hutan pendidikan seluas 76 hektare ini, sebanyak 265 delegasi menggelar deklarasi pelestarian alam, menanam bibit pohon sebagai upaya mitigasi iklim dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), serta menuangkan komitmen ekologis pada Canvas of Hope.
Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki, ST., MT., yang hadir mewakili pimpinan universitas untuk menutup acara, menyampaikan apresiasi mendalam atas antusiasme para pemuda. Ia menekankan bahwa serangkaian kegiatan yang telah dilalui, mulai dari kompetisi poster, Focus Group Discussion (FGD), outbound, hingga eksplorasi hutan di Pujon Hill merupakan proses pematangan diri.
“Pagi ini sangat menyenangkan bisa berkumpul dengan sukacita di hutan yang indah ini. Hutan seluas 76 hektare ini merupakan buah dedikasi dari UMM. Semua aktivitas yang dilakukan sangat berharga dan menjadi bekal representatif untuk kehidupan masa depan Anda. Selamat kepada para pemenang, dan semoga Anda semua selamat kembali ke kampus asal masing-masing,” ungkapnya.
Pemilihan UMM sebagai tuan rumah ADIYC 2026 pada tahun ini bukan tanpa alasan yang matang. Perwakilan Pusat Prestasi Mahasiswa (Puspresma) PTMA di bawah naungan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Nur Dahniar, S.Pd., M.Pd., menilai UMM memiliki kesiapan infrastruktur dan fasilitas alam yang mumpuni seperti Pujon Hill. Berkumpul di perbukitan ini tidak hanya memfasilitasi kebutuhan akademik, melainkan momentum krusial untuk saling berbagi ide, inspirasi, inovasi, dan merajut kepemimpinan.
“Selama tiga hari terakhir, kita tidak sekadar menghadiri program, tetapi membangun persahabatan. Kami mendorong Anda membawa tiga hal: pengetahuan sebagai sumber motivasi, persahabatan untuk terus berkolaborasi, dan keberanian mengambil tindakan guna mengidentifikasi masalah serta mencari solusi,” tegas Dahniar.
Penutupan ADIYC 2026 meninggalkan pesan moral yang esensial bagi delegasi. Semangat merawat lingkungan yang dideklarasikan serta bibit pohon yang tertanam di Pujon Hill menjadi tonggak awal pergerakan. Saat kembali ke daerah masing-masing, pemuda PTMA didorong untuk konsisten mengawal isu lingkungan, menyuarakan edukasi pencegahan karhutla, dan menjadi motor penggerak demi menjaga alam agar tetap asri dan berkelanjutan.(*/ARM)










