
Jnews.KotaMalang – Puncak Hari Lahir (Harlah) “Satu Abad NU” yang diadakan PWNU Jatim yakni Mujahadah Kubro di Stadion Gajayana, Malang, Jatim pada 7-8 Februari 2026 tercatat dihadiri jamaah yang jumlahnya tembus angka 107.049 orang hingga H1 pelaksanaan (7/2).
“Hingga H1 (7/2) tercatat jamaah mencapai 107.049 orang atau kalau dibulatkan mencapai 107 ribu orang dengan 1.283 bus lebih dan ribuan kendaraan lainnya,” kata Sekretaris PWNU Jatim DR HM Faqih di Surabaya, Sabtu malam.
Jumlah 107.049 orang itu meliputi 79.049 orang dari Pengurus Cabang NU (PCNU) se-Jatim dan 28.000 warga Muslimat NU se-Jatim. Jumlah itu mengendarai 1.283 bus, 6.476 mobil, dan 5.413 sepeda motor yang semuanya terbagi dalam 9 zona dengan 9 PIC dari PWNU serta 45 ketua rombongan dan narahubung di tingkat lokal.
Sementara itu, Ketua Panitia Harlah Satu Abad NU dari PWNU Jatim Prof Masykuri Bakri mengatakan pihaknya mendapat “back up” penuh dari Polda Jatim dan Kodam serta Dishub Jatim.

“Kapasitas Gajayana sesuai konstruksi tribun hanya 35.000 orang, jadi sisanya di luar lapangan, karena itu videotron yang diperbanyak di luar stadion akan menjadi Solusi untuk jamaah yang lebih banyak di luar stadion hingga radius sekitar 3-4 kilometer,” katanya.
Rangkaian Harlah Satu Abad NU yang diadakan PWNU Jatim antara lain Kick Off dan Sarasehan Pesantren di Unisma Malang (7/1), Ziarah Muassis/Muharrik NU se-Jatim (24/1), Hadrah Lailatul Ishari di Masjid Kemayoran Surabaya (29/1), dan pameran lukisan nasional di Galeri Dewan Kesenian Surabaya (DKS) dengan tema ‘Mangsa Kalasubo’ (30/1).
Agenda lainnya, parenting dan pesantren sehat oleh LKKNU-RMI pada tujuh titik lokasi di Jatim yakni Mojokerto, Jombang, Sidoarjo, Blitar, Bondowoso dan Banyuwangi (27 Januari hingga 15 Februari 2026).
Selain itu, Pameran NUConomic, GenZINU Bootcam, dan Talkshow 3 pilar ekonomi NU atau UMKM-Filantropi-Industri Pertanian (Kampung Coklat, Blitar) pada 5-7 Februari 2026. Puncak Harlah adalah Mujahadah Kubro (Stadion Gajayana, Malang) pada 7-8 Februari 2026.
“Pameran NUConomic, GenZINU Bootcam, dan Talkshow 3 pilar ekonomi NU di Kampung Coklat, Blitar pada 5-7 Februari 2026 merupakan bentuk nyata kehadiran NU dalam kehidupan warganya, khususnya 3 pilar ekonomi (UMKM-Filantropi-Industri Pertanian), dan juga Generasi Z (GenZINU/Generasi Z Islami NU),” kata Wakil Ketus PWNU Jatim DR Hakim Jayli di Blitar (5/2).
Selain kompetisi GenZINU, beberapa kegiatan dalam Fesival NUconomic 2026 adalah pameran produk pertanian, kehutanan, kelautan, pendampingan UMKM, bussiness couch, dan talkshow 3 pilar. “Peserta pameran ada 53 stand/gerai dan mereka sangat antusias, bahkan minta NU adakan pameran rutin untuk angkat ekonomi nahdliyyin,” katanya.
Terkait Festival GenZI-NU dengan serangkaian lomba, Koordinator Festival GenZINU Prof HM Noor Harisudin mengatakan berbagai lomba dalam Festival GenZINU, seperti Lalaran Alfiyah, Qiroatul Qutub, Pidato Bahasa Arab dan Inggris, kompetisi AI (AI Booth Camp Competition), dan Lomba Video Pendek Reels Instagram dalam tema Historical Trips. Khusus untuk Kompetisi AI atau “AI Booth Camp Competition” dikoordinasikan oleh IPNU/IPPNU.
“Berbagai lomba yang diadakan itu bertujuan untuk menumbuhkan tradisi yang selama ini ada di pesantren, khususnya Lalaran Alfiyah dan Qiroatul Qutub. Untuk teknologi digital juga menjadi keniscayaan ke depan. Dalam finalis di Kampung Coklat, para GenZINU piawai bercerita lewat visual tentang kisah jam’iyyah, tradisi, kontribusi, dan peran NU dalam membangun peradaban,” katanya,” kata Wakil Sekretaris PWNU Jatim itu. (*/ARM)













