Beranda / Pendidikan / Trendversity 2026 UM Angkat Wastra Nusantara, 76 Mahasiswa Tata Busana Pamerkan Karya Inovatif

Trendversity 2026 UM Angkat Wastra Nusantara, 76 Mahasiswa Tata Busana Pamerkan Karya Inovatif

Jnews.KotaMalang – Sebanyak 76 mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang (UM) menampilkan karya busana inovatif berbasis kekayaan wastra Indonesia dalam ajang International Fashion Exhibition Trendversity 2026, di Graha Cakrawala UM, Sabtu (10/10/2026).

Mengusung tema “ENVISION: Essence of NUSANTARA Visionary Innovation”, pameran mode ini menghadirkan 152 desain ready to wear dan 76 signature design karya mahasiswa. Sebanyak 28 model profesional turut memperagakan koleksi busana yang dikoreografikan oleh Agoeng Soedir Poetra.

Trendversity 2026 menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi kekayaan kain tradisional Indonesia melalui pendekatan desain modern, sekaligus menunjukkan kemampuan dan kesiapan mahasiswa dalam menghasilkan karya yang memiliki karakter serta nilai kreativitas.

Ketua Pelaksana Trendversity 2026, Bulan Bunga Rahayu, menjelaskan bahwa tema tahun ini lahir melalui serangkaian diskusi antara mahasiswa dan dosen. Salah satu gagasan yang mengemuka adalah potensi wastra Nusantara sebagai sumber inspirasi dalam pengembangan desain busana.

Menurut Bulan, wastra Indonesia tidak hanya memiliki nilai dari segi material kain, tetapi juga menyimpan kekayaan motif, warna, teknik pembuatan, asal daerah, hingga cerita yang melekat di dalamnya.

“Kami ingin melihat sejauh mana kekayaan yang sudah ada dapat dikembangkan melalui sudut pandang kami sebagai mahasiswa tata busana dan diwujudkan menjadi karya yang memiliki karakter masing-masing,” ungkap Bulan.

Rektor Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Suwajana dan Para Dosen, pada acara International Fashion Exhibition (Trendversity 2026) dengan tema “ENVISION: Essence of NUSANTARA Visionary Innovation”, di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (10/10/26)

Ia menambahkan, Trendversity telah diselenggarakan sejak 2022 dengan konsep berbeda setiap tahunnya. Perbedaan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk menyampaikan gagasan, perspektif, serta kreativitas melalui karya fesyen.

Melalui tema Envision, mahasiswa tidak sekadar menggunakan wastra sebagai bahan busana, tetapi juga mengolahnya menjadi karya baru tanpa meninggalkan identitas dan kekayaan budaya yang terkandung di dalamnya.

Koordinator Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana UM, Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd., mengapresiasi perkembangan kemampuan mahasiswa, terutama dalam aspek desain, pemotongan pola atau cutting, hingga teknik menjahit.

Menurut Hapsari, mahasiswa dituntut mampu mengelola waktu dan menyelesaikan karya dalam waktu relatif singkat. Bahkan, proses pengerjaan koleksi yang ditampilkan dalam Trendversity 2026 dilakukan melalui persiapan intensif selama sekitar dua bulan.

Salah satu karya yang menjadi perhatian adalah kemeja yang dikenakan Rektor UM. Busana tersebut melalui proses kreatif mahasiswa, mulai dari pembuatan kain bermotif, pengukuran, hingga penjahitan.

Proses tersebut menjadi bukti bahwa pembelajaran di bidang pendidikan tata busana tidak hanya menekankan kemampuan merancang, tetapi juga keterampilan teknis dan kesiapan menghasilkan produk fesyen secara utuh.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Suwajana, yang hadir mewakili Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.

Ia menilai pameran karya mahasiswa seperti Trendversity penting sebagai wadah untuk menunjukkan hasil pembelajaran sekaligus memperkenalkan potensi generasi muda di bidang industri kreatif.

Menurutnya, Kota Malang memiliki potensi sebagai kota kreatif yang perlu didukung melalui ruang-ruang ekspresi dan pertunjukan karya mahasiswa. Ia bahkan berharap kegiatan serupa dapat digelar lebih sering agar semakin banyak karya lokal memperoleh kesempatan untuk dikenal masyarakat luas.

“Ini karya dari Malang, dari Malang untuk dunia. Apalagi judulnya Nusantara, berarti kita tidak boleh eksklusif,” ujarnya.

Ia menegaskan, karya mahasiswa memiliki peluang untuk diperkenalkan ke tingkat yang lebih luas, termasuk melalui ajang pameran fesyen yang mampu menjangkau audiens internasional.

Penyelenggaraan Trendversity 2026 sekaligus memperlihatkan peran perguruan tinggi dalam mendorong inovasi, penguatan kompetensi, serta pengembangan kreativitas mahasiswa. Melalui perpaduan wastra Nusantara dan gagasan desain kontemporer, mahasiswa Pendidikan Tata Busana UM diharapkan mampu berkontribusi dalam perkembangan industri fesyen sekaligus menjaga keberlanjutan identitas budaya Indonesia. (*/ARM)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *