Beranda / Olahraga / Walikota Malang Dorong KPSTI Gaet Anak Muda Lewat Digital

Walikota Malang Dorong KPSTI Gaet Anak Muda Lewat Digital

Jnews.KotaMalang – Irjen. Pol. (Purn.) Drs. A. Rachmad Fudail, M.H. selaku Ketua Komite Pencak Silat Tradisi Indonesia (KPSTI) Provinsi Jatim bersama pengurus, Rabu (26/8/2026), resmi dilantik oleh Ketua Umum Pusat KPSTI, KH. Mahfudz Abdurrahman, S.Sos.

Pelantikan digelar di Gedung DPRD Kota Malang dan dihadiri Walikota Malang, Wahyu Hidayat, Wakil Ketua DPRD Kota Malang, Trio Agus Purwono, S.TP, dan sejumlah kepala perangkat daerah (PD) Kota Malang, serta perwakilan kepala daerah Kota Batu dan Kabupaten Malang.

Irjen. Pol. (Purn.) Drs. A. Rachmad Fudail, M.H. (Ketua Jatim), sebagai Ketua KPSTI Jatim menegaskan, siap mengemban amanah maupun tugas untuk mengembangkan pencak silat tradisi. Menurutnya, setelah pelantikan ini, dia segera membentuk KPSTI di daerah-daerah.

Targetnya hingga akhir tahun ini, Rachmad Fudail, memastikan setidaknya ada empat KPSTI kota/kabupaten yang telah terbentuk. “Setelah ini kami akan segera turun ke daerah-daerah untuk mengembangkan dengan membentuk para pengurus KPSTI daerah. Hingga Desember 2026 nanti, sudah harus berdiri empat KPSTI kota dan kabupaten. Salah satunya Surabaya,” ucapnya.

Menurutnya, pembentukan KPSTI daerah tak hanya berhenti di empat kota/kabupaten itu saja. Namun, akan terus dilakukannya hingga KPSTI berdiri pada 38 kota dan kabupaten yang ada di Jatim.

Walikota Malang, Wahyu Hidayat, mengapresiasi pelantikan ketua dan pengurus KPSTI Jatim. Wahyu mengatakan Pemkot Malang siap mendukung terhadap kegiatan-kegiatan KPSTI.

“Pemerintah Kota Malang siap berkolaborasi dan bersinergi dengan KPSTI guna merawat dan melestarikan budaya Indonesia itu.” Ujar Wahyu.

Tidak hanya itu, Walikota Malang yang biasa di panggil Pak Mbois menyarankan agar KPSTI memperhatikan para kaum muda sebagai target sasaran dalam pengembangan budaya pencak silat. Karena, saat ini banyak anak muda yang lebih tertarik dengan budaya asing. “Kami harapkan KPSTI mengembangkan budaya pencak silat kepada anak-anak muda juga, melalui platform-platform media sosial (medsos) kekinian. Bikinlah konten-konten menarik hingga anak muda tertarik dengan budaya pencak silat itu,” tandas Wahyu.

Ketua Umum Pusat KPSTI, KH. Mahfudz Abdurrahman, S.Sos, sejalan dengan saran Walikota Wahyu Hidayat dalam pengembangan pencak silat tradisi bagi kawula muda melalui berbagai medsos. Menurutnya, di era digitalisasi seperti sekarang, sistem pengembangan pencak silat tradisi lewat medsos sangat penting.

Dia mengakui bahwa banyak anak muda yang kini kecanduan budaya asing dari melihat seperti Drama Korea dan lainnya. Banyak anak muda yang kini tidak mengenal budayanya sendiri, seperti halnya pencak silat. Karena itu, Mahfudz mendukung dan mendorong agar pengembangan budaya Indonesia, khususnya pencak silat tradisi, bagi anak-anak muda lewat medsos dan platform digital lainnya.

Mahfudz juga menegaskan akan mendorong pemerintah pusat menambah anggaran bagi perawatan, pelestarian dan pengembangan budaya dalam APBN. Demikian juga untuk pemerintah daerah agar jangan sampai mengurangi, bahkan meniadakan anggaran kebudayaan. “Kami akan mendorong agar anggaran kebudayaan untuk ditingkatkan,” tambahnya.

Terkait rencana pagelaran festival internasional pencak silat tradisi Indonesia, Mahfudz, mengatakan sesuai rencana event itu akan digelar di Jatim. “Jatim yang minta ada festival itu, dan rencananya digelar di Malang,” jelasnya.

Kapan event itu digelar, Mahfudz, belum mengetahui. Hanya saja Mahfudz yang juga Anggota Komisi I DPR RI ini menegaskan akan memperjuangkan anggaran bagi event itu dari pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Kebudayaan.

Pelantikan Pengurus KPSTI Jatim ini dimeriahkan dengan kolosal pencak silat berjudul “Gumregah Sang Pemersatu”. Kolosal itu berisi cerita dari awalnya ada perpecahan perguruan karena rivalitas berdasarkan ego dan kesombongan yang akhirnya bersatu berlandaskan kesetaraan dan persaudaraan di bawah KPSTI. (*/ARM)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *