Jnews.KotaMalang – Alumnus Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2016, Luthfin Abidah, berhasil membuktikan kualitas lulusan Kampus Putih di tingkat global. Saat ini, ia memegang amanah dan posisi strategis sebagai Young Staff Manager di salah satu perusahaan peternakan sapi berskala besar di Australia. Pencapaian karier profesional ini tidak diraih dalam waktu semalam, melainkan buah dari konsistensi pematangan skill peternakan modern serta rekam jejak program magang internasional yang telah ia rintis sejak masih berstatus mahasiswa aktif.
Keberhasilan Luthfin sapaan akrabnya menembus industri peternakan internasional berawal dari keikutsertaannya dalam NTCA Indonesia Australia Pastoral Program (NIAPP). Melalui program pertukaran dan magang yang diselenggarakan oleh Northern Territory Cattlemen’s Association tersebut, ia mendalami standar industri peternakan sapi potong dan manajemen kesejahteraan hewan secara langsung di lapangan.
“Dulu saya pernah ikut program magang NIAPP ke Australia. Selama sepuluh minggu, perwakilan mahasiswa UMM ditraining intensif secara langsung seputar praktik beternak sapi potong modern serta penerapan animal welfare secara tepat,” jelasnya 29 Juli lalu pada Humas UMM.
Pengalaman magang tersebut tidak hanya memperluas wawasan internasionalnya, tetapi juga memberikan sertifikasi kompetensi serta keterampilan dasar peternakan yang komprehensif. Bekal keterampilan teknis inilah yang kemudian menjadi daya tarik utama dan nilai tambah yang meyakinkan perusahaan di Australia untuk merekrutnya sebagai tenaga profesional.
“Melalui program itu saya mendapat semacam sertifikat diploma, setara dengan sertifikat D1 Agriculture. Saya juga diajarkan seluruh kemampuan basic peternakan. Makanya, ketika saya mendaftar kerja di sini, skill peternak saya sudah terbentuk matang dan kompetensi itulah yang dilihat oleh perusahaan,” ungkapnya.
Perjalanan karier Luthfin menuju Negeri Kanguru sempat menemui hambatan ketika pandemi Covid-19 melanda tepat setelah ia lulus. Sembari menunggu situasi pulih dan membantu mengelola bisnis sapi perah keluarga, sebuah wawancara tak sengaja dengan media lokal Australia kembali mengangkat profilnya, yang akhirnya menarik perhatian perusahaan tempatnya bekerja saat ini pada tahun 2022.
“Setelah rencana karier sempat tertunda karena pandemi, hasil wawancara saya dengan media Australia justru memancing perhatian perusahaan peternakan. Mereka kemudian langsung menghubungi dan merekrut saya untuk menangani berbagai operasional mulai dari merawat anak sapi hingga mengoperasikan alat pertanian modern,” kenangnya.
Lebih lanjut, Luthfin menegaskan bahwa iklim akademik dan non-akademik di Kampus Putih turut membentuk karakter kepemimpinan serta kemampuan kolaborasinya. Keterlibatannya sebagai asisten laboratorium, pengurus himpunan mahasiswa, hingga partisipasinya dalam program Learning Express (LEx) yang berkolaborasi dengan Singapore Polytechnic memberikannya jam terbang yang memadai.
“Masa-masa kuliah di UMM sangat berdampak besar bagi mental kerja saya. Aktif berorganisasi dan berkolaborasi dengan mahasiswa dari Singapore Polytechnic membuat saya terbiasa beradaptasi dan bekerja sama dalam lingkungan profesional yang beragam,” tegasnya.
Perjalanan inspiratif Luthfin ini menjadi bukti nyata bahwa konsistensi dan keberanian mengambil langkah pertama akan selalu membuka pintu menuju peluang-peluang besar lainnya. Generasi muda, khususnya mahasiswa yang masih menempuh studi, diharapkan tidak ragu dalam mencoba berbagai kesempatan dan program pengembangan diri yang ada. Sebab, setiap proses dan tantangan yang berani diambil hari ini adalah fondasi paling krusial untuk meraih kesuksesan karier yang gemilang di masa depan.(*/ARM)










