
Jnews.KotaMalang – Dalam rangka mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan dan inklusif, diperlukan sinergi dan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan khususnya di wilayah Malang Raya, Pasuruan, dan Probolinggo untuk memperkuat resiliensi ekonomi daerah melalui pengembangan sektor-sektor unggulan sesuai dengan potensi yang dimiliki.
Sebagai salah satu upaya untuk memperkuat sinergi antar pihak tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang menyelenggarakan kegiatan SEKARTAJI (Sinergi Menuju Ekonomi yang Kreatif, Tangguh, Teruji, dan Terdigitalisasi) 2025 pada tanggal 17 Juni 2025 di Hotel Grand Mercure Malang dengan mengangkat tema ”Sinergi Memperkuat Resiliensi Perekonomian Menghadapi Dinamika Global Melalui Pengembangan Sektor Unggulan Daerah”. Adapun acara tersebut dihadiri oleh Kepala Daerah di wilayah kerja BI Malang, Pimpinan DPRD Kota Malang, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Kota Malang, Pimpinan Instansi Perangkat Daerah, Perbankan, Asosiasi, Akademisi, dan Media.
Acara dibuka dengan Welcoming Speech dari Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Febrina kemudian dilanjutkan dengan Opening Speech dari Advisor Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ridzky Prihadi Tjahyanto. Gubernur Provinsi Jawa Timur yang diwakili oleh Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Dr. Muhammad Aftabuddin Rijaluzzaman, S.Pt., Msi juga turut menyampaikan Keynote Speech.

Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Febrina, Dalam gelaran acara SEKARTAJI 2025 tersebut diberikan penghargaan TP2DD Award dengan kategori IETPD Terbaik 2024 kepada Kota Batu, kategori KKPD Terakselerasi 2024 kepada Kota Malang, serta kategori PAD Terdigital 2024 kepada Kota Pasuruan. Selain itu, juga diberikan penghargaan kepada perbankan dengan kategori Best Cash Management kepada BCA Kanwil VII Malang.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian penghargaan IKRApreneur kepada UMKM yang telah berhasil masuk Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA) yaitu Bang Zay, Febby Ayusta, Nora Indonesia dan Pela Nusa. Sebagai wujud upaya kolaborasi dan sinergi dalam pengendalian inflasi melalui pemenuhan komoditas bahan pangan pokok, dalam kegiatan SEKARTAJI 2025 dilaksanakan seremoni penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Kerja Sama Antar Daerah (KAD) antara Pemerintah Kota Probolinggo dengan Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan Pemerintah Kabupaten Blitar serta KAD antara Pemerintah Kabupaten Malang dan Pemerintah Kabupaten Ponorogo.
Acara diakhiri dengan talkshow ekonomi yang menghadirkan 3 narasumber yaitu: 1) Badan Pembangunan Nasional (Bapenas), Imron Rosadi Surya, 2) Chief Economist PermataBank, Josua Pardede dan 3) Akademisi Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Brawijaya Prof. Dr. Moh. Khusaini, S.E., M.Si, M.A.
Tiga hal penting yang disampaikan dari sesi talkshow: Pertama, pentingnya menjaga dan menumbuhkan optimisme dari seluruh pemangku kepentingan serta pelaku usaha di daerah dalam menghadapi dinamika perekonomian. Kedua, Pemerintah Daerah dan pelaku usaha harus dapat mengoptimalkan berbagai peluang di wilayahnya untuk membangun resiliensi ekonomi daerah. Ketiga, ekonomi kreatif dan pariwisata dapat menjadi new source of growth bagi daerah Malang Raya, Pasuruan, dan Probolinggo di tengah upaya untuk mempertahankan kinerja sektor pertanian dan manufaktur.
“Penyelenggaraan kegiatan SEKARTAJI X FESTIVAL BROMO 2025 ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman stakeholders Bank Indonesia terkait arah kebijakan dan strategi di bidang ekonomi dan keuangan untuk mengembangkan potensi ekonomi daerah di wilayah Malang Raya, Pasuruan dan Probolinggo; memberikan usulan strategi, inovasi, dan rekomendasi kebijakan yang implementatif untuk pengembangan sektor unggulan daerah secara berkelanjutan; serta membangun sinergi antara lembaga keuangan, akademisi, dan pemerintah daerah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.” Pungkas Febrina. (*/ARM)













