Jnews.KotaMalang – Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) yang tergabung dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui PKM-Bahari Kelompok 18 melaksanakan penebaran 10.000 ekor benih ikan wader di perairan sungai Desa Pandanajeng, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang untuk mendukung pelestarian ekosistem sungai sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya ikan lokal.
Sebanyak 10.000 ekor benih ikan wader ditebar pada dua titik, yaitu Sungai Amprong dan Sungai Puthuk. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh mahasiswa PKM-Bahari Kelompok 18 dengan melibatkan Pemerintah Desa Pandanajeng dan masyarakat setempat, khususnya warga yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian sungai dan sumber daya ikan.
Program penebaran benih ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat PKM-Bahari Kelompok 18 FPIK UB. Kegiatan dilaksanakan di bawah bimbingan Zulkisam Pramudia, S.Pi., M.P. sebagai dosen pembimbing, untuk meningkatkan populasi ikan di perairan desa serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga ekosistem sungai secara berkelanjutan.
Pemilihan Sungai Amprong dan Sungai Puthuk didasarkan pada kondisi perairan yang masih relatif bersih dan terawat. Kondisi tersebut dinilai mendukung keberlangsungan hidup ikan yang ditebar serta menjaga keseimbangan ekosistem perairan.
Salah seorang warga Desa Pandanajeng yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa kondisi sungai di wilayah tersebut masih cukup baik dan memiliki keanekaragaman ikan yang beragam.
“Kondisi sungai di daerah sini masih aman, bersih, dan terawat. Jadi, kalau dilakukan penebaran benih ikan tentu akan semakin baik untuk lingkungan. Para pemancing juga akan sangat senang karena jumlah ikan di sungai desa ini cukup banyak dan jenisnya juga beragam,” ujarnya.
Kepala Desa Pandanajeng, Muhammad Edy Mansyur, turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, penebaran benih ikan tidak hanya memberikan manfaat dalam meningkatkan populasi ikan di sungai, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga sungai sebagai salah satu sumber daya alam desa.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Harapannya, penebaran benih dapat membantu perkembangbiakan ikan agar lebih merata dan pada akhirnya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Pandanajeng. Namun yang paling penting, masyarakat juga perlu bersama-sama menjaga sungai agar tetap bersih dan lestari,” ujar Muhammad Edy Mansyur.
Penebaran benih dilakukan secara langsung oleh mahasiswa bersama perangkat desa dan masyarakat di dua lokasi sungai. Kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam melakukan aksi nyata pelestarian lingkungan perairan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa PKM-Bahari Kelompok 18 FPIK berharap keberadaan populasi ikan wader di perairan Desa Pandanajeng dapat terus berkembang. Selain mendukung kelestarian sumber daya perairan, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kepedulian masyarakat untuk menjaga kebersihan, kualitas, dan keberlanjutan ekosistem sungai secara bersama-sama.
Kegiatan penebaran benih ini menunjukkan bahwa pelestarian ekosistem tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau masyarakat, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Melalui keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, upaya pelestarian sungai diharapkan dapat terus berkembang menjadi gerakan bersama yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat Desa Pandanajeng. (*/ARM)









