Beranda / Daerah / Seminar Nasional Bendungan Besar 2026 Resmi Dibuka di Malang, Perkuat Strategi Ketahanan Air, Pangan, dan Energi Nasional

Seminar Nasional Bendungan Besar 2026 Resmi Dibuka di Malang, Perkuat Strategi Ketahanan Air, Pangan, dan Energi Nasional

Jnews.KotaMalang – Dalam upaya menegaskan peran bendungan besar sebagai infrastruktur strategis guna menghadapi tantangan perubahan iklim, Kementerian Pekerjaan Umum bersama Komite Nasional Indonesia untuk Bendungan Besar (KNI-BB) atau INACOLD menggelar rangkaian kegiatan Rapat Anggota Biasa (RAB), Rapat Anggota Tahunan (RAT), dan Seminar Nasional Bendungan Besar 2026. Acara yang berlangsung pada 6 hingga 7 November 2026 di Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Kota Malang ini mengusung tema utama “Strategi Penguatan Tata Kelola Bendungan Besar untuk Adaptasi dan Mitigasi Dampak Perubahan Iklim”.

Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Dody Hanggodo, membuka acara berskala nasional ini secara langsung pada 6 November 2026. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa pengelolaan bendungan besar yang merupakan infrastruktur strategis dalam mendukung tercapainya ketahanan air, pangan, dan energi nasional perlu terus dioptimalkan agar dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.

Mendukung hal tersebut, Ketua Umum INACOLD, Adenan Rasyid, menyampaikan urgensi inovasi tata kelola sumber daya air.

“Kita berada pada era di mana perubahan iklim menuntut kita untuk berpikir lebih maju dan adaptif. Bendungan merupakan salah satu infrastruktur sumber daya air yang menjadi urat nadi dari kehidupan bangsa sebagai penyedia air bersih domestik, tulang punggung irigasi pertanian, dan motor penggerak transisi energi bersih kita. Melalui kolaborasi lintas sektor yang kuat, kita optimis dapat melahirkan pengelolaan infrastruktur sumber daya air yang inovatif dan berkelanjutan.” Ujar Adenan Rasyid.

Sebagai bentuk nyata dari penerapan teori dan inovasi, rangkaian kegiatan pada hari pertama diawali dengan Kunjungan Lapangan (Field Trip) ke Bendungan Sutami dan kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Karangkates.

Ketua Pelaksana Seminar Nasional Bendungan Besar 2026, Fahmi Hidayat, menjelaskan nilai tambah dari agenda kunjungan lapangan tersebut.

“Peserta diajak meninjau langsung Bendungan Sutami di Kabupaten Malang yang saat ini dikelola oleh Perum Jasa Tirta I. Di kawasan ini, peserta tidak hanya melihat operasional PLTA berkapasitas 105 MW, tetapi juga meninjau lokasi pengembangan Proyek Strategis Nasional berupa PLTS Terapung berkapasitas 130 MWp. Integrasi energi hidro dan surya ini selaras dengan subtema transisi energi dan ketahanan air nasional yang kita gaungkan.” Ucap Fahmi Hidayat

Selain tinjauan lapangan, rangkaian agenda strategis ini juga diisi dengan diskusi ilmiah, presentasi makalah, Young Professionals Forum, serta coaching clinic yang membahas berbagai tantangan pembangunan dan pengelolaan bendungan. Sejumlah isu strategis turut menjadi fokus pembahasan, mulai dari keamanan bendungan, optimalisasi operasi waduk, adaptasi perubahan iklim, hingga penerapan teknologi dalam pengelolaan infrastruktur sumber daya air.

Melalui Seminar Nasional KNIBB 2026, kolaborasi antara pemerintah, akademisi, praktisi, dan pengelola bendungan diharapkan semakin kuat dalam menghasilkan berbagai rekomendasi strategis guna mewujudkan pengelolaan bendungan yang lebih tangguh, adaptif, dan berkelanjutan demi mendukung ketahanan sumber daya air nasional. (*/ARM)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *