Beranda / Pendidikan / UB Kukuhkan Empat Profesor, Kembangkan Teknologi Hidrogen sebagai Energi Masa Depan

UB Kukuhkan Empat Profesor, Kembangkan Teknologi Hidrogen sebagai Energi Masa Depan

Jnews.KotaMalang – Universitas Brawijaya (UB) mengukuhkan empat profesor dari berbagai bidang keilmuan dalam Sidang Senat Akademik Universitas (SAU), Sabtu (7/11/2026), di Gedung Samantha Krida. Salah satu penelitian yang menjadi sorotan adalah pengembangan teknologi produksi hidrogen sebagai alternatif sumber energi masa depan.

Keempat profesor yang dikukuhkan yakni Prof. Luqman Qurata Aini, S.P., M.Si., Ph.D., Prof. Dr. Ir. Purnami, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., Prof. Dr. Afifuddin Latif Adiredjo, S.P., M.Sc., serta Prof. Hery Toiba, S.P., M.P., Ph.D.

Pengukuhan ini menambah jumlah profesor aktif UB menjadi 264 orang, sekaligus menjadi profesor ke-464 yang telah dihasilkan universitas tersebut.

Dalam bidang energi, Prof. Dr. Ir. Purnami mengembangkan teknologi produksi hidrogen melalui elektrolisis air dengan pendekatan Adaptive Multiphysics Intelligence (AMI). Penelitian ini mengintegrasikan medan magnet dinamis, material fungsional berbasis biomassa, serta kecerdasan buatan untuk meningkatkan kinerja proses produksi hidrogen.

“Dalam eksperimennya, penggunaan medan magnet dinamis menghasilkan hidrogen sebanyak 23,1 mililiter, lebih tinggi dibandingkan medan magnet statis yang menghasilkan 12,1 mililiter pada konfigurasi pengujian tertentu.” Ucap Purnami.

Selain mengembangkan teknologi produksi, UB juga telah memiliki prototipe kendaraan berbahan bakar hidrogen yang dikembangkan mahasiswa Fakultas Teknik. Mobil hidrogen bernama APTE tersebut telah mengikuti kompetisi internasional, termasuk Shell Eco-marathon di Doha, dan berhasil meraih juara pertama.

Prof. Purnami menjelaskan, hidrogen dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi melalui teknologi fuel cell yang mengubah hidrogen menjadi listrik untuk menggerakkan kendaraan. Hidrogen juga berpotensi digunakan sebagai bahan bakar melalui pembakaran langsung, meskipun membutuhkan pengendalian khusus karena karakteristik pembakarannya.

Menurutnya, pemanfaatan hidrogen di Indonesia masih membutuhkan dukungan regulasi nasional serta kesiapan infrastruktur agar dapat diterapkan dalam skala lebih luas.

“Pengembangan teknologi hidrogen di UB diharapkan menjadi bagian dari upaya mendukung inovasi energi alternatif sekaligus mendorong pemanfaatan sumber energi yang lebih berkelanjutan di masa mendatang.” Pungkasnya. (*/ARM)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *