Jnews.Bekasi – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kementerian/Lembaga, Industri Jasa Keuangan, Pemerintah Daerah, serta pemangku kepentingan terkait terus mendorong budaya menabung sejak dini yang penting untuk merencanakan masa depan dan berkontribusi membangun negeri.
Seruan untuk menabung sejak usia dini ini mengemuka dalam kegiatan Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 yang digelar pada Jumat (28/8) dengan mengusung tema “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan.”
Kegiatan yang digelar di Sekolah Rakyat Menengah Atas 13 Bekasi ini dihadiri oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Anggota Dewan Komisioner Bidang Program Penjaminan Polis Lembaga Penjamin Simpanan Ferdinand D. Purba, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono, serta pimpinan kementerian/lembaga dan pelaku usaha jasa keuangan.
Acara ini turut diramaikan oleh lebih dari 1.000 pelajar mulai dari jenjang SD, SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi, serta dihadiri Kepala Daerah penerima penghargaan, Pimpinan, dan Asosiasi Industri Jasa Keuangan.
Dalam sambutannya, Friderica Widyasari Dewi menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam meningkatkan literasi keuangan generasi muda. “Tugas kita semua untuk meningkatkan literasi keuangan pelajar, pastikan anak Indonesia bagian dari pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan,” ujarnya.
OJK menginisiasi pelaksanaan Bulan Literasi Keuangan (BLK) sebagai bagian dari program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) dalam rangka meningkatkan literasi keuangan secara masif dan merata.
BLK yang berlangsung sejak Mei hingga Agustus 2026 terdiri dari rangkaian Kick Off BLK, Financial Literacy Series 2026, Financial Literacy Campaign 2026, dan Financial Literacy Award 2026. Sebagai gambaran capaian di daerah, OJK Malang tercatat telah melaksanakan 45 kegiatan edukasi yang diikuti oleh 13.145 orang.
Sebagai bagian dari puncak kegiatan, OJK turut menyelenggarakan penganugerahan Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Award dan Financial Literacy Award.
KEJAR Award diberikan kepada industri perbankan, satuan pendidikan, dan pemerintah daerah yang aktif mendukung implementasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) melalui pembukaan rekening, publikasi, sosialisasi, maupun edukasi.
Sementara itu, Financial Literacy Award merupakan bentuk apresiasi kepada para Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), stakeholders, pemerintah daerah, duta literasi keuangan, dan komunitas yang telah berperan dalam mendorong peningkatan literasi keuangan yang masif dan merata.
Kedua penghargaan ini diharapkan dapat memacu semangat kolaborasi yang lebih luas dalam membentuk ekosistem keuangan yang inklusif, sehat, dan berkelanjutan.
Salah satu sorotan pada penganugerahan Financial Literacy Award tahun ini adalah pencapaian Kabupaten Malang, yang menerima penghargaan sebagai Pemerintah Daerah dengan Program Literasi Keuangan Terbaik Tingkat Kabupaten melalui program Malang Makmur Finansial: “Merangkul yang Rentan, Membangun Kemandirian.”
Program Malang Makmur Finansial diselenggarakan oleh Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Malang dan menyasar tiga kelompok produktif yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah namun masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan keuangan dan akses pembiayaan, yaitu Pekerja Migran Indonesia (PMI) beserta keluarganya, nelayan dan pelaku UMKM sektor perikanan dan kelautan, serta peternak sapi perah beserta pelaku UMKM produk olahan susu.
Selain penghargaan utama, sejumlah pencapaian dari wilayah OJK Malang turut meraih nominasi tingkat nasional:
1. Nominasi Wilayah Implementasi KEJAR Terbaik Tingkat Kota/Kabupaten Regional Jawa-Bali: Kota Malang dan Kota Probolinggo
2. Nominasi kategori OJK PEDULI (Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia) Pelaku Usaha Jasa Keuangan Terbaik: Sdri. Findhi Indriana (PT BPR Putera Dana).
3. Nominasi PUJK dengan Program Literasi Keuangan Terbaik: PT BPR Kota Pasuruan
Melalui rangkaian kegiatan Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026 ini, OJK bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus memperluas literasi dan inklusi keuangan secara masif dan merata di seluruh Indonesia, guna mewujudkan ekosistem keuangan yang inklusif, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. (*/ARM)










