
Jnews.Probilinggo — Langkah nyata mendukung pertumbuhan sosial dan ekonomi masyarakat, PLN UP3 Pasuruan melakukan audiensi strategis dengan Pemerintah Kota Probolinggo. Audiensi ini dipimpin oleh Manajer PLN UP3 Pasuruan, Agus Susanto, dan diterima langsung oleh Wali Kota Probolinggo, dr. H. Aminuddin Sp.OG.,(K)., M.Kes., di ruang kerja Wali Kota.
Pertemuan ini membahas perpanjangan nota kesepahaman (MoU) kerja sama antara PLN dan Pemerintah Kota Probolinggo. Salah satu poin utama dalam audiensi adalah dukungan PLN terhadap penyediaan listrik bagi seluruh pondok pesantren di Kota Probolinggo, sebagai bagian dari upaya memperkuat peran institusi keagamaan dalam pembangunan masyarakat.
Wali Kota Probolinggo menegaskan bahwa pemerintah kota siap memberikan dukungan penuh, tidak hanya dalam proses administrasi dan teknis, namun juga secara finansial. Nantinya, seluruh tagihan listrik dari pondok-pondok pesantren tersebut akan dikelola secara terpusat dan dibayarkan langsung oleh Pemerintah Kota Probolinggo.
“Kami tidak hanya ingin memastikan akses listrik bagi pondok pesantren, tapi juga ingin meringankan beban operasional mereka. Karena itu, kami putuskan untuk menanggung seluruh biaya listriknya. Ini bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap lembaga pendidikan keagamaan yang telah berkontribusi besar bagi bangsa,” ujar dr. Aminuddin.
Manajer PLN UP3 Pasuruan, Agus Susanto, menyambut baik komitmen Pemkot Probolinggo tersebut. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan misi PLN sebagai motor ekonomi rakyat.
“PLN hadir untuk menyalakan harapan dan menggerakkan potensi masyarakat. Dengan adanya dukungan dari Pemkot, kami akan memastikan seluruh pondok pesantren mendapatkan layanan listrik yang andal dan aman. Ketika listrik tersedia dan biaya ditanggung, maka produktivitas pesantren dapat meningkat secara maksimal,” jelas Agus.
Agus menambahkan bahwa pondok pesantren saat ini bukan hanya pusat pembelajaran keagamaan, tetapi juga sentra pemberdayaan ekonomi dan sosial. Banyak pesantren yang kini mengembangkan unit usaha mandiri, pelatihan keterampilan, hingga program sosial berbasis komunitas.
Dalam waktu dekat, tim teknis PLN dan Pemkot Probolinggo akan melakukan pendataan dan pemetaan terhadap pondok pesantren yang membutuhkan sambungan listrik baru maupun penguatan jaringan eksisting. Proses ini akan dilakukan secara bertahap dan terintegrasi untuk menjamin efektivitas implementasinya.
Melalui kerja sama ini, PLN UP3 Pasuruan membuktikan bahwa peran sebagai penyedia energi tidak terhenti pada penyalaan listrik semata, tetapi juga menyentuh aspek sosial, spiritual, dan ekonomi masyarakat secara menyeluruh. (*/ZH)













