Beranda / Pendidikan / UB Kukuhkan Empat Profesor, Luqman Qurata Aini Kembangkan Bakteri Lokal untuk Pertanian Berkelanjutan

UB Kukuhkan Empat Profesor, Luqman Qurata Aini Kembangkan Bakteri Lokal untuk Pertanian Berkelanjutan

Jnews.KotaMalang – Universitas Brawijaya (UB) mengukuhkan empat profesor dari berbagai bidang keilmuan dalam sidang pengukuhan profesor di Gedung Samantha Krida, Sabtu (7/11/2026). Salah satu profesor yang dikukuhkan, Prof. Luqman Qurata Aini, mengembangkan inovasi pemanfaatan bakteri lokal untuk mendukung pertanian sehat dan berkelanjutan.

Pengukuhan berlangsung di hadapan Senat Akademik Universitas (SAU). Keempat profesor tersebut yakni Prof. Luqman Qurata Aini, S.P., M.Si., Ph.D.; Prof. Dr. Ir. Purnami, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng.; Prof. Dr. Afifuddin Latif Adiredjo, S.P., M.Sc.; serta Prof. Dr. Hery Toiba, S.P., M.P., Ph.D.

Prof. Luqman menjadi profesor aktif ke-261 di UB, sekaligus profesor ke-461 yang telah dihasilkan universitas tersebut. Sementara Prof. Purnami menjadi profesor aktif ke-262 dan profesor ke-462 secara keseluruhan.

Adapun Prof. Afifuddin Latif Adiredjo tercatat sebagai profesor aktif ke-263 dan profesor ke-463 UB. Sedangkan Prof. Hery Toiba menjadi profesor aktif ke-264 dan profesor ke-464 yang telah dihasilkan UB.

Dalam bidang bakteriologi, Prof. Luqman mengembangkan konsep COMUSTO-PGPB atau Consortium of Multi-Stress Tolerance Plant Growth-Promoting Bacteria. Inovasi ini memanfaatkan konsorsium bakteri indigenous atau bakteri lokal yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan tanaman sekaligus membantu tanaman menghadapi tekanan lingkungan.

Penelitian tersebut memanfaatkan bakteri lokal yang ditemukan di UB Forest, Malang. Dari kawasan ini, Prof. Luqman memperoleh tujuh isolat bakteri yang memiliki potensi mendukung pertumbuhan tanaman, mulai dari produksi hormon pertumbuhan, pelarutan fosfat, fiksasi nitrogen, hingga kemampuan menghambat bakteri penyebab penyakit tanaman.

“Hasil pengujian menunjukkan sejumlah isolat mampu bertahan pada kondisi lingkungan ekstrem, seperti pH 5 hingga 6, salinitas 5 hingga 15 persen, suhu mencapai 60 derajat Celsius, serta simulasi kekeringan.”ungkap Luqman

Pengujian pada tanaman selada hidroponik juga menunjukkan potensi peningkatan pertumbuhan, pigmen fotosintesis, dan aktivitas enzim pertahanan tanaman, sekaligus mengurangi dampak serangan trips. Dua isolat, yakni UB-53 dan UB-54, menunjukkan hasil yang menonjol.

Penelitian ini turut menggunakan pendekatan metagenomik dan metabolomik untuk memahami komunitas mikroba serta perubahan metabolisme tanaman setelah pemberian bakteri. Analisis pada tanaman selada mengidentifikasi 58 metabolit yang mengalami perubahan setelah inokulasi bakteri.

“Meski menunjukkan potensi menjanjikan, pengembangan bakteri lokal ini masih memerlukan pengujian keamanan hayati, kompatibilitas antar bakteri, stabilitas formulasi, serta validasi di berbagai lokasi sebelum diterapkan secara luas.”Tandas Luqman.

Inovasi tersebut diharapkan menjadi salah satu pendekatan dalam memperkuat ketahanan tanaman dan mendukung pengembangan pertanian berkelanjutan, di tengah tantangan perubahan iklim serta penggunaan pupuk dan pestisida sintetis. (*/ARM)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *