
Jnews.KotaMalang – Survei Penjualan Eceran (SPE) merupakan salah satu survei yang dipublikasikan secara bulanan yang digunakan sebagai indikator untuk mengetahui perkembangan kondisi ekonomi di wilayah kerja Bank Indonesia Malang. Survei ini bertujuan untuk mengetahui sumber tekanan inflasi dari sisi permintaan dan memperoleh gambaran mengenai kecenderungan perkembangan penjualan eceran serta konsumsi masyarakat.
Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Febrina, berdasarkan hasil pelaksanaan Survei Penjualan Eceran (SPE) Bank Indonesia Malang, prakiraan penjualan eceran pada bulan Mei 2025 tumbuh sebesar 3,34% (mtm), terakselerasi jika dibandingkan dengan realisasi bulan sebelumnya yang terkontraksi di level -2,00% (mtm).
Tiga kelompok komoditas dengan prakiraan peningkatan penjualan tertinggi secara bulanan adalah kelompok kendaraan yang tercatat sebesar 8,07% (mtm), meningkat jika dibandingkan bulan sebelumya yang terkontraksi di elvel -3,35% (mtm), kelompok suku cadang dan aksesori tumbuh sebesar 6,71% (mtm), dan kelompok barang budaya dan rekreasi yang diprakirakan meningkat di level 6,67% (mtm). Peningkatan kelompok kendaraan disumbang oleh sub sektor mobil sebesar 9,74% (mtm).

“Responden SPE menyampaikan bahwa penjualan mengalami peningkatan seiring dengan terealisasinya pengiriman kendaraan pada bulan ini yang sebelumnya dalam status inden.” Ucapnya.
Selanjutnya, kategori kelompok suku cadang dan aksesori tumbuh sebesar 6,71% (mtm), relatif stabil jika dibandingkan dengan periode sebelumnya yang tumbuh sebesar 7,93%(mtm). Pertumbuhan kelompok komoditas ini di sumbang oleh sub sektor suku cadang dan aksesoris mobil sebesar 8,03% (mtm).
Hal ini terkonfirmasi dari Responden SPE yang menyampaikan bahwa terdapat peningkatan service mobil setelah momentum mudik Hari Raya Idul Fitri.
“Kelompok barang budaya dan rekreasi diprakirakan meningkat sebesar 6,67% (mtm) setelah pada periode sebelumnya terkontraksi di level -30,46% (mtm). Peningkatan kelompok komoditas barang budaya dan rekreasi didorong oleh peningkatan permintaan masyarakat di sub sektor barang kertas, karton, dan cetakan sebesar 17,03% (mtm). Bank Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Pusat dan Daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Malang.” Tutup Febrina. (*/ARM)













