
Jnews.KabupatenMalang – Tim medis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menembus medan terjal dan wilayah terisolasi untuk memberikan layanan kesehatan bagi warga di Jorong Limau Badak, Nagari Malalak, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, pada 18 Desember lalu. Kegiatan kemanusiaan ini terlaksana berkat dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Sebanyak 10 personel diterjunkan dalam misi tersebut. Tim terdiri atas satu dokter umum dan satu perawat dari Rumah Sakit UMM, lima dokter muda dari Fakultas Kedokteran UMM, serta satu dokter spesialis penyakit dalam dan satu personel tim psikososial dari Universitas Brawijaya. Kolaborasi lintas institusi ini menjadi upaya memastikan layanan kesehatan tetap menjangkau wilayah terdampak bencana.
Selama pelayanan berlangsung, tim menangani sekitar 130 pasien dengan berbagai keluhan kesehatan. Penyakit kulit seperti gatal-gatal menjadi keluhan terbanyak, disusul hipertensi atau tekanan darah tinggi. Kondisi lingkungan pascabencana dan keterbatasan akses layanan medis dinilai turut memengaruhi meningkatnya gangguan kesehatan warga.
Akses menuju lokasi pelayanan menjadi tantangan tersendiri. Jalur utama tidak dapat dilalui kendaraan roda empat akibat longsor. Tim harus melanjutkan perjalanan menggunakan sepeda motor, kemudian berjalan kaki sekitar tujuh kilometer dari titik parkir kendaraan menuju pos pelayanan.
Dokter Umum RS UMM, dr. Wildan Firmansyah, M.H., mengatakan keterbatasan akses tidak menyurutkan komitmen tim. “Medan yang kami lalui cukup berat, namun dengan dukungan pendanaan dari Kemendiktisaintek, kegiatan ini dapat berjalan optimal. Prioritas kami adalah memastikan masyarakat tetap memperoleh layanan kesehatan yang layak,” ujarnya.

Program ini menjadi wujud komitmen UMM dalam pengabdian kepada masyarakat sekaligus mendukung penanganan dampak bencana di daerah terpencil. (*/ARM)













